Rumah Murah

Pilihan Rumah Murah Probolinggo Rp 150 Jutaan Layak Dibeli Sekarang

Pilihan Rumah Murah Probolinggo Rp 150 Jutaan Layak Dibeli Sekarang
Pilihan Rumah Murah Probolinggo Rp 150 Jutaan Layak Dibeli Sekarang

JAKARTA - Memiliki hunian sendiri di Jawa Timur kini bukan lagi sekadar angan. 

Di tengah kenaikan harga properti, Kabupaten Probolinggo justru menghadirkan opsi rumah subsidi dengan harga yang relatif terjangkau. Kisaran Rp 150 jutaan per unit menjadi peluang menarik bagi masyarakat berpenghasilan tetap yang ingin segera memiliki tempat tinggal.

Bagi calon pembeli yang tengah mempertimbangkan rumah dua kamar, pilihan di wilayah ini terbilang beragam. Unit yang ditawarkan rata rata memiliki luas bangunan sekitar 30 hingga 36 meter persegi. Dengan tata ruang sederhana namun fungsional, rumah rumah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil.

Dikutip dari situs Sistem Informasi Kumpulan Pengembang atau SiKumbang yang dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BP Tapera, Minggu 15 Februari 2026, terdapat sejumlah proyek perumahan subsidi aktif di Probolinggo. Informasi tersebut memuat data pengembang, harga, hingga spesifikasi bangunan secara rinci.

Berikut lima pilihan rumah murah yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Sumberlele Land

Sumberlele Land dikembangkan oleh PT Griya Bagus Utama. Dalam situs SiKumbang, perusahaan tersebut tercatat menjadi anggota Perkumpulan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia atau Apersi. Reputasi keanggotaan ini menjadi salah satu indikator legalitas dan profesionalitas pengembang.

Harga rumah yang ditawarkan Rp 150 juta dengan luas bangunan 30 meter persegi dan luas lahan 72 meter persegi. Di dalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tata letaknya dirancang sederhana agar tetap nyaman untuk aktivitas harian penghuni.

Untuk spesifikasi bangunannya, bagian atap menggunakan genteng metal. Dindingnya memakai bata merah yang telah diplester, diaci, dan dicat. Pada lantainya memakai keramik ukuran 40x40 cm dan fondasinya menggunakan batu kali. Spesifikasi tersebut umum digunakan pada rumah subsidi dengan standar konstruksi layak huni.

Griya Bumi Utama

Pilihan berikutnya adalah Griya Bumi Utama yang juga berada di Probolinggo. Pengembangnya adalah Bumi Desain Utama dan dalam situs SiKumbang tercatat sebagai anggota Apersi. Informasi ini memberi kepastian bahwa proyek tersebut terdaftar secara resmi.

Harga rumah yang ditawarkan Rp 150,5 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas lahan 74 meter persegi. Di dalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Luas bangunan yang sedikit lebih besar memberikan ruang tambahan bagi penghuni.

Untuk spesifikasi bangunannya, bagian atap menggunakan rangka atap galvalum dan genteng. Dindingnya memakai bata merah yang telah diplester. Pada lantainya memakai keramik ukuran 40x40 cm dan fondasinya menggunakan batu kali. Material tersebut cukup umum dipakai pada hunian subsidi di wilayah Jawa Timur.

Griya Samawa

Griya Samawa menjadi alternatif lain bagi pencari rumah subsidi. Perumahan ini dikembangkan oleh PT Guna Graha Jaya Gemilang yang dalam situs SiKumbang juga tercatat sebagai anggota Apersi. Keanggotaan tersebut memperlihatkan bahwa pengembang tergabung dalam asosiasi resmi.

Harga rumah yang ditawarkan Rp 150,5 juta dengan luas bangunan 32 meter persegi dan luas lahan 63 meter persegi. Di dalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Ukurannya cocok bagi pasangan muda atau keluarga kecil yang baru memulai kehidupan mandiri.

Untuk spesifikasi bangunannya pada bagian atap menggunakan galvalum. Dindingnya memakai bata merah. Pada lantainya memakai keramik ukuran 40x40 cm. Untuk fondasinya batu kali. Kombinasi material tersebut menyesuaikan standar rumah sederhana bersubsidi.

Al Fattah 2

Al Fattah 2 juga masuk dalam daftar rumah dengan harga Rp 150,5 juta di Probolinggo. Perumahan ini dikembangkan oleh PT Damai Usaha Qita yang merupakan anggota dari Developer Properti Indonesia atau Deprindo. Status keanggotaan tersebut memperkuat kredibilitas proyek.

Luas rumah yang ditawarkan adalah 36 meter persegi dan luas lahan 66 meter persegi. Di dalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Dengan ukuran tersebut, penghuni memiliki ruang gerak yang cukup untuk kebutuhan dasar keluarga.

Untuk spesifikasi bangunannya, bagian atap menggunakan rangka galvalum dan genteng. Dindingnya memakai bata merah yang telah diplester. Pada lantainya memakai keramik ukuran 40x40 cm dan fondasinya dari batu kali. Spesifikasi ini sejalan dengan standar konstruksi rumah subsidi.

Grand Wahid

Grand Wahid menjadi pilihan terakhir dalam daftar ini. Proyek tersebut dibangun oleh PT Bina Ummah Paiton dan dalam situs SiKumbang tercatat sebagai anggota Apersi. Informasi ini memastikan bahwa pengembang terdaftar dalam asosiasi resmi pengembang perumahan.

Harga rumah yang ditawarkan Rp 150,5 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas lahan 70 meter persegi. Di dalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Luas lahan yang relatif lapang memungkinkan pengembangan tambahan di kemudian hari.

Untuk spesifikasi bangunannya pada bagian atap menggunakan galvalum. Dindingnya memakai bata merah. Pada lantainya memakai keramik ukuran 40x40 cm. Untuk fondasinya batu kali. Spesifikasi tersebut konsisten dengan standar hunian sederhana yang terjangkau.

Dengan kisaran harga Rp 150 jutaan, kelima perumahan ini menawarkan alternatif realistis bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah sendiri di Probolinggo. Informasi dari SiKumbang dapat dijadikan rujukan awal sebelum melakukan survei langsung ke lokasi. Calon pembeli disarankan meninjau unit secara langsung agar mendapatkan gambaran menyeluruh sebelum memutuskan transaksi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index