JAKARTA - Ambisi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri energi baru terbarukan di kancah global semakin nyata. Melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Indonesia mulai melirik potensi pasar internasional sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Salah satu langkah konkret yang sedang ditempuh adalah menjajaki kolaborasi strategis dengan negara tetangga, Filipina. Langkah ekspansi ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan, tetapi juga sebagai ajang pembuktian bahwa teknologi panas bumi yang dikembangkan oleh putra-putri bangsa memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Membangun Konektivitas Energi Melalui Kemitraan Strategis Di Asia Tenggara
Filipina dipilih sebagai salah satu target ekspansi karena memiliki karakteristik geologis yang serupa dengan Indonesia, yaitu berada di jalur cincin api (ring of fire) dengan potensi panas bumi yang sangat melimpah. PGE melihat peluang besar untuk mentransfer keahlian dan pengalaman mereka dalam mengelola lapangan panas bumi yang selama ini menjadi tulang punggung energi hijau di tanah air. Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dalam upaya percepatan transisi energi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kunjungannya ke Manila, jajaran direksi PGE melakukan serangkaian diskusi mendalam dengan para pemangku kepentingan di sektor energi Filipina. Fokus utama pembicaraan mencakup pengembangan infrastruktur panas bumi, optimalisasi pemanfaatan uap, hingga penerapan teknologi terbaru yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kehadiran PGE di kancah internasional ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan siap mendukung ketahanan energi regional melalui pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.
Fokus Utama Pada Transfer Teknologi Dan Pengelolaan Lapangan Panas Bumi
Strategi ekspansi PGE ke Filipina tidak hanya berfokus pada investasi modal, tetapi juga menekankan pada aspek teknis dan manajerial. Pengalaman PGE selama puluhan tahun dalam mengoperasikan berbagai pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia menjadi aset berharga yang ditawarkan kepada mitra di Filipina. Hal ini mencakup teknik pengeboran yang lebih presisi, manajemen reservoir yang berkelanjutan, hingga sistem pemeliharaan yang mampu memperpanjang masa pakai pembangkit listrik secara optimal.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia. "PGE berkomitmen untuk menjadi pemimpin di sektor panas bumi dunia melalui keunggulan operasional dan teknologi. Penjajakan kerja sama dengan Filipina ini merupakan salah satu langkah strategis kami untuk menunjukkan kapasitas PGE dalam mengembangkan sumber daya panas bumi di luar wilayah Indonesia," tegas Julfi saat memberikan keterangan mengenai upaya go international tersebut.
Mendorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Demi Target Emisi Nol Bersih
Kolaborasi internasional ini juga sejalan dengan komitmen global untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission). Dengan menggabungkan potensi panas bumi yang ada di Indonesia dan Filipina, kawasan Asia Tenggara berpeluang besar untuk menjadi pusat energi hijau dunia. PGE berperan sebagai katalisator yang mendorong terciptanya ekosistem energi bersih yang lebih stabil dan mandiri. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan kawasan terhadap sumber energi fosil yang kian terbatas dan berdampak buruk pada iklim global.
Julfi Hadi menambahkan bahwa keberhasilan di pasar internasional akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat posisi Indonesia di peta investasi energi dunia. "Kami melihat Filipina sebagai mitra yang strategis karena memiliki visi yang sama dalam pengembangan energi terbarukan.
Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi panas bumi di masing-masing negara demi masa depan energi yang lebih bersih," lanjutnya kembali menekankan pentingnya sinergi antar-negara.