Industri

Program Halal Goes to Campus Dorong Generasi Muda Kuasai Industri Halal Secara Global

Program Halal Goes to Campus Dorong Generasi Muda Kuasai Industri Halal Secara Global
Program Halal Goes to Campus Dorong Generasi Muda Kuasai Industri Halal Secara Global

JAKARTA - Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan Program Halal Goes to Campus bertajuk “Ngobral (Ngobrolin Halal)”. Program ini bertujuan memperkuat literasi halal di kalangan mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor, menjadi kampus pertama yang disambangi program ini. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menekankan bahwa kepastian halal memerlukan sistem dan regulasi yang jelas, tidak otomatis ada di semua produk.

“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal,” ujar Abu Rokhmad, Rabu (04/03/2026) di Jakarta. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa halal dan tayib mencakup aspek kebaikan dan kebermanfaatan universal.

Abu Rokhmad mengutip QS Al-Baqarah ayat 168, yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk halal dan tayib. “Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya untuk umat Islam, tetapi prinsip universal,” jelasnya.

Makna Halal dan Tayib dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Kepastian halal bagi masyarakat memerlukan sistem sertifikasi yang jelas dan terpercaya.

Indonesia memiliki landasan hukum melalui UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. UU ini mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.

Halal kini berkembang menjadi gaya hidup global dan bukan hanya isu domestik. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, bahkan memiliki pusat halal dan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal di Indonesia.

“Banyak perusahaan besar China meminta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” ujar Abu Rokhmad.

Pengembangan Pendidikan dan Riset Halal di Perguruan Tinggi

Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Bidang kimia, fisika, dan farmasi disebut penting untuk mendukung riset produk halal.

Riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal yang berkualitas. Mahasiswa yang menguasai riset halal berpotensi menjadi pionir dalam industri halal modern.

Direktur Jaminan Produk Halal, Fuad Nasar, menekankan bahwa kegiatan Halal Goes to Campus di Unpad menjadi ajang edukasi dan diseminasi kesadaran konsumsi halal. Program ini memperkenalkan gaya hidup halal yang modern sekaligus mendorong ekosistem industri halal yang inklusif.

“Halal telah menjadi isu populer di negara kita sejak ekosistem halal diperkenalkan ke publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan, tapi riset halal juga harus dikembangkan,” kata Fuad.

Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Selain memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, program ini mendorong terciptanya industri halal yang berbasis riset dan inovasi.

Peran Perguruan Tinggi dalam Literasi dan Ekosistem Halal

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Widya Setiabudi Sumadinata, menekankan bahwa halal bukan konsep eksklusif untuk umat Islam. Halal merupakan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.

“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sehat dan sejahtera secara fisik, ruhani, dan sosial, makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.

Perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengembangan literasi halal yang komprehensif. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah menjadi kunci agar konsep halal dan tayib tersosialisasi secara luas.

Selain itu, pengembangan kurikulum yang mencakup industri halal dan penelitian produk halal dapat membuka peluang baru bagi mahasiswa. Hal ini sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap menghadapi industri halal global.

Halal Sebagai Gaya Hidup dan Peluang Ekonomi

Konsep halal tidak hanya soal keagamaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Industri halal kini berkembang pesat, menjadi peluang bisnis dan inovasi bagi generasi muda.

Dengan literasi yang tepat, mahasiswa dapat memanfaatkan peluang riset dan bisnis di bidang halal. Hal ini mencakup produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, hingga layanan berbasis halal.

Perkembangan globalisasi industri halal mendorong Indonesia untuk tetap menjadi pusat sertifikasi dan inovasi halal di Asia. Mahasiswa yang menguasai bidang ini akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar internasional.

Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi langkah awal mencetak generasi muda yang memahami prinsip halal dan mampu mengimplementasikannya dalam inovasi produk. Literasi halal yang kuat akan menjadi modal utama dalam menghadapi industri halal global.

Pendidikan, riset, dan kolaborasi lintas sektor menjadi pilar utama pengembangan ekosistem halal yang modern. Kesadaran mahasiswa terhadap halal dan tayib akan mendorong terciptanya industri yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang tepat, generasi muda dapat menjadikan halal sebagai gaya hidup sekaligus peluang bisnis. Program ini diharapkan menumbuhkan inovasi, jejaring, dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri halal internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index