JAKARTA - Harapan Timnas Indonesia untuk mengangkat trofi FIFA Series 2026 harus pupus dalam laga final yang berlangsung ketat.
Bermain di hadapan publik sendiri, skuad Garuda justru harus menerima kenyataan pahit setelah kalah tipis dari Timnas Bulgaria.
Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam itu berakhir dengan skor 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta berasal dari situasi penalti, yang menjadi penentu hasil akhir sekaligus menggagalkan ambisi Indonesia menjadi juara.
Penalti Jadi Pembeda di Babak Pertama
Sejak awal laga, kedua tim tampil hati-hati dan berusaha mencari celah di pertahanan masing-masing. Wasit Muhammad Nazmi bin Nasaruddin memimpin jalannya pertandingan yang berlangsung cukup disiplin.
Indonesia yang mengenakan jersey merah sempat mendapatkan dua peluang dari sepak pojok. Namun, situasi tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol pembuka bagi tuan rumah.
Momentum penting terjadi saat Kevin Diks melakukan tekel terhadap Zdravko Dimitrov di dalam kotak penalti. Awalnya wasit tidak menganggap itu pelanggaran, namun setelah intervensi VAR, keputusan berubah menjadi penalti.
Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-38. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga babak pertama berakhir.
Babak Kedua Berjalan Lebih Terbuka
Memasuki babak kedua, Indonesia langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Ivar Jenner menggantikan Ramadhan Sananta. Sementara Bulgaria juga melakukan dua pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim.
Namun, dalam 10 menit awal babak kedua, Indonesia masih kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Pertahanan Bulgaria tampil disiplin dan sulit ditembus oleh serangan Garuda.
Sebaliknya, Bulgaria justru hampir menambah keunggulan. Kiper Emil Audero Mulyadi sempat gagal mengantisipasi sepak pojok, tetapi situasi berhasil diselamatkan oleh Justin Hubner yang melakukan blok krusial.
Upaya Perubahan dari John Herdman
Pelatih John Herdman mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Elkan Baggott dan Eliano Reijnders dimasukkan untuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Nathan Tjoe-A-On.
Perubahan tersebut mulai memberikan dampak. Indonesia akhirnya mampu menembus pertahanan Bulgaria melalui umpan terobosan dari Baggott kepada Ole Romeny.
Namun, peluang emas tersebut belum berbuah gol setelah tendangan lob Romeny hanya membentur mistar gawang. Kesempatan ini menjadi salah satu momen terbaik Indonesia untuk menyamakan kedudukan.
Peluang Terbuang dan Pertahanan Ketat Lawan
Indonesia terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan memasukkan pemain-pemain segar seperti Beckham Putra. Kehadirannya sempat memberikan ancaman baru bagi lini pertahanan Bulgaria.
Di sisi lain, Bulgaria juga tidak tinggal diam dan sesekali melancarkan serangan balik. Vladimir Nikolov hampir saja mencetak gol kedua, namun berhasil digagalkan oleh penyelamatan penting dari Emil Audero.
Indonesia akhirnya mencatatkan tembakan tepat sasaran melalui Rizky Ridho Ramadhani. Sayangnya, peluang tersebut masih mampu ditepis oleh kiper Bulgaria, dan bola rebound kembali mengenai mistar gawang.
Momen tersebut semakin menegaskan betapa tipisnya peluang yang dimiliki Indonesia untuk mencetak gol penyeimbang.
Waktu Tambahan Tak Cukup Selamatkan Garuda
Menjelang akhir pertandingan, Bulgaria kembali mengancam melalui Vladimir Nikolov. Beruntung, Jay Idzes berhasil melakukan blok penting untuk mencegah kebobolan kedua.
Wasit memberikan tambahan waktu selama empat menit, namun Indonesia tidak mampu memanfaatkannya untuk mencetak gol. Pertahanan Bulgaria tetap solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini memastikan Indonesia harus puas sebagai runner-up FIFA Series 2026. Meskipun gagal meraih gelar, performa yang ditunjukkan tetap memberikan harapan untuk masa depan tim.
Susunan Pemain Kedua Tim
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia menurunkan susunan pemain yang terdiri dari Emil Audero, Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner, Kevin Diks, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Ramadhan Sananta, dan Ole Romeny.
Sementara itu, Bulgaria memainkan Dimitar Mitov; Teodor Ivanov, Adrian Kraev, Zdravko Dimitrov, Filip Krastev, Petko Hristov, Marin Petkov, Martin Minchev, Martin Georgiev, Dimitar Velkovski, serta Christian Stoyanov.
Dengan hasil ini, Indonesia mendapatkan pengalaman berharga dari pertandingan melawan tim Eropa. Meski belum berhasil menjadi juara, performa yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.