Prabowo

Prabowo Dorong Gerakan Rumah Pakai Genteng Untuk Dukung Pariwisata Nasional

Prabowo Dorong Gerakan Rumah Pakai Genteng Untuk Dukung Pariwisata Nasional
Prabowo Dorong Gerakan Rumah Pakai Genteng Untuk Dukung Pariwisata Nasional

JAKARTA - Seruan Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan rumah memakai genteng menarik perhatian publik. 

Gagasan yang kerap disebut sebagai gerakan gentengisasi ini disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan dan menimbulkan beragam tafsir di masyarakat. Pemerintah melalui Istana Kepresidenan kemudian memberikan penjelasan agar publik memahami konteks dan tujuan kebijakan tersebut secara utuh, bukan sekadar melihatnya sebagai penggantian atap rumah semata.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gagasan tersebut merupakan bagian dari agenda besar penataan lingkungan nasional. Presiden Prabowo memandang kualitas lingkungan, kerapian tata kota, dan estetika permukiman memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata. Oleh karena itu, penggunaan genteng dipandang sebagai salah satu unsur yang dapat memperbaiki wajah lingkungan secara menyeluruh.

Fokus Presiden Pada Penguatan Sektor Pariwisata

Prasetyo menjelaskan bahwa semangat awal dari arahan Presiden Prabowo adalah mendorong sektor pariwisata agar semakin kompetitif. Menurut Presiden, pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga tentang kesan visual dan kenyamanan lingkungan yang dirasakan wisatawan. Tata kota yang rapi dan bersih menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang positif.

Ia menyampaikan bahwa Presiden melihat langsung kondisi lingkungan di berbagai daerah. Masih banyak kawasan permukiman yang menggunakan atap seng, yang dari sisi estetika dinilai kurang mendukung keindahan kota. Karena itu, penggunaan genteng dianggap dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki tampilan kawasan secara bertahap.

Isu Kebersihan Dan Keindahan Lingkungan

Selain pariwisata, Prabowo juga menaruh perhatian pada aspek kebersihan lingkungan. Prasetyo menyebut bahwa persoalan keindahan dan kebersihan saling berkaitan. Atap seng yang sudah usang kerap berkontribusi pada kesan kumuh, terutama di kawasan padat penduduk. Presiden ingin mendorong perubahan pola pikir agar lingkungan permukiman ditata lebih rapi dan sehat.

Tidak hanya atap rumah, Presiden juga menyoroti persoalan lain yang memengaruhi wajah kota. Di antaranya adalah pengelolaan sampah yang belum optimal di sejumlah wilayah. Menurut Prasetyo, arahan Presiden mencakup perbaikan menyeluruh terhadap berbagai elemen yang memengaruhi kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Ajakan Kolektif Untuk Seluruh Elemen Bangsa

Prasetyo menegaskan bahwa gerakan rumah memakai genteng bukanlah instruksi sepihak yang bersifat memaksa. Presiden Prabowo lebih menekankan aspek ajakan kepada seluruh elemen bangsa. Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, Prabowo ingin menggugah kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga dan memperbaiki lingkungan tempat tinggal.

Ia menyampaikan bahwa pesan tersebut telah disampaikan Presiden secara utuh dalam berbagai forum resmi. Salah satunya adalah pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan indah.

Gentengisasi Bagian Dari Penataan Menyeluruh

Prasetyo kembali menekankan bahwa gentengisasi hanyalah satu bagian kecil dari agenda penataan lingkungan secara menyeluruh. Presiden juga menaruh perhatian pada keberadaan papan reklame, baliho, serta kabel-kabel yang semrawut di ruang publik. Seluruh elemen tersebut, disadari atau tidak, membentuk wajah kota dan memengaruhi kenyamanan masyarakat.

Menurut Prasetyo, penataan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu pendekatan komprehensif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat. Dengan lingkungan yang tertata baik, Indonesia diharapkan memiliki daya tarik yang lebih kuat, khususnya bagi wisatawan mancanegara yang semakin memperhatikan aspek kebersihan dan keindahan kota.

Pembahasan Teknis Dan Skema Pelaksanaan

Terkait pelaksanaan gerakan tersebut, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih membahas berbagai aspek teknis. Mulai dari skema pendanaan hingga mekanisme penggantian atap rumah masih didiskusikan lintas kementerian. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan gagasan yang muncul secara mendadak, melainkan telah dibicarakan dalam berbagai pertemuan informal sebelumnya.

Menurutnya, Presiden telah meminta kementerian terkait untuk merumuskan langkah-langkah yang realistis dan terukur. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat dilaksanakan dengan baik tanpa membebani masyarakat. Oleh karena itu, detail teknis masih perlu waktu untuk dimatangkan sebelum diterapkan secara luas.

Peran Kementerian Dan Inovasi Teknologi

Prasetyo menambahkan bahwa sejumlah kementerian telah diberi tugas khusus untuk mendukung implementasi gerakan rumah memakai genteng. Salah satu fokusnya adalah mencari solusi teknologi untuk mendukung produksi genteng dalam jumlah besar. Jika kebutuhan genteng meningkat, pemerintah ingin memastikan pasokan dapat terpenuhi secara efisien.

Ia menyebut kemungkinan pemanfaatan inovasi dan teknologi alat cetak genteng agar proses produksi lebih cepat dan terjangkau. Namun, Prasetyo meminta publik bersabar karena pemerintah masih perlu waktu untuk merinci teknis pelaksanaannya. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan tujuan besar penataan lingkungan dan penguatan sektor pariwisata nasional.

Dengan penjelasan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami bahwa seruan Presiden Prabowo tentang penggunaan genteng merupakan bagian dari visi jangka panjang. Visi ini menempatkan kualitas lingkungan sebagai fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia di mata dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index