Jasa Marga

Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Wilayah Jabotabek

Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Wilayah Jabotabek
Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Wilayah Jabotabek

JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, lonjakan mobilitas masyarakat yang keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) diprediksi akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 1,6 juta kendaraan akan melakukan perjalanan meninggalkan ibu kota melalui berbagai gerai tol utama. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme warga untuk memanfaatkan periode libur panjang guna berkumpul dengan keluarga atau mengunjungi destinasi wisata di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Persiapan matang telah dilakukan oleh otoritas jalan tol guna menjamin kelancaran arus lalu lintas selama periode long weekend ini. Dengan volume kendaraan yang diprediksi melampaui rata-rata harian normal, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mengelola potensi titik-titik kepadatan yang kerap muncul di jalur trans-jawa maupun jalur menuju arah Selatan.

Distribusi Arus Kendaraan Melalui Empat Gerbang Tol Utama Keluar Jakarta

Proyeksi 1,6 juta kendaraan tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) utama. Jasa Marga mencatat bahwa distribusi kendaraan akan terbagi ke beberapa arah mata angin, dengan mayoritas pergerakan masih mengarah ke arah Timur melewati Tol Jakarta-Cikampek. Berikut adalah rincian proyeksi distribusi kendaraan:

Arah Timur (Trans Jawa & Bandung): Menjadi jalur tersibuk dengan perkiraan volume kendaraan terbesar melalui GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama.

Arah Barat (Merak): Arus kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan diprediksi stabil melalui GT Cikupa bagi masyarakat yang menuju Pulau Sumatera.

Arah Selatan (Puncak & Sukabumi): Volume kendaraan menuju arah Bogor dan Ciawi melalui GT Ciawi diperkirakan akan memadat seiring dengan tren wisata singkat keluarga.

Penyebaran arus ini dipantau secara ketat agar manajemen rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara proporsional sesuai dengan beban kendaraan di masing-masing ruas jalan tol.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas Dan Optimalisasi Layanan Operasional Di Lapangan

Guna mengantisipasi kemacetan parah, Jasa Marga berkolaborasi dengan pihak Kepolisian untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain pemberlakuan sistem contraflow pada titik-titik rawan kepadatan, serta optimalisasi kapasitas gerbang tol dengan menambah petugas tapping keliling. Penambahan armada derek dan tim sapu jagat juga dilakukan untuk memastikan gangguan sekecil apa pun di bahu jalan dapat segera ditangani.

Selain itu, Jasa Marga juga memastikan kesiapan layanan di rest area. Koordinasi dengan pengelola tempat istirahat dilakukan untuk mengatur alur keluar-masuk kendaraan agar tidak terjadi antrean yang mengular hingga ke jalur utama tol. Pengguna jalan diimbau untuk tidak berlama-lama di area istirahat jika kondisi sudah sangat padat demi memberikan kesempatan bagi pengendara lain yang membutuhkan.

Imbauan Penting Bagi Pengguna Jalan Tol Demi Kelancaran Perjalanan Bersama

Menghadapi arus jutaan kendaraan, kesadaran pribadi dari setiap pengendara sangat menentukan kenyamanan kolektif di jalan raya. Jasa Marga mengeluarkan beberapa poin imbauan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan libur Imlek:

Pastikan Kecukupan Saldo: Periksa saldo kartu elektronik agar tidak memicu antrean di gerbang tol yang dapat merugikan pengendara lain.

Kondisi Fisik Dan Kendaraan: Pastikan pengemudi dalam keadaan bugar dan kendaraan telah diservis, terutama bagian rem dan tekanan ban.

Pantau Informasi Terkini: Gunakan aplikasi navigasi atau media sosial resmi Jasa Marga untuk memantau titik kemacetan secara real-time.

Hindari Waktu Puncak: Jika memungkinkan, berangkatlah lebih awal atau di luar jam-jam puncak arus mudik yang telah diprediksi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index